Musda XVI PRSSNI Bali: Radio Didorong Berinovasi, Berkolaborasi, dan Menjaga Identitas Budaya di Era Digital
Inews Denpasar- Dunia penyiaran radio Bali kembali mendapat sorotan penting lewat gelaran Musyawarah Daerah (Musda) XVI Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Provinsi Bali yang berlangsung di Agung Room Aston Hotel Denpasar, Kamis (28/8/2025).
Musda tahun ini menjadi sangat strategis karena diselenggarakan di tengah tantangan besar yang sedang dihadapi industri media, khususnya radio, akibat derasnya arus disrupsi digital.
Dengan mengusung tema “Sinergi, Inovasi, dan Kolaborasi: Memantapkan Peran PRSSNI Bali dalam Menghadapi Disrupsi Digital”, forum ini menghadirkan seluruh pengurus serta 22 anggota radio swasta di Bali. Tidak hanya sekadar ajang pergantian kepemimpinan, Musda juga menjadi ruang refleksi, konsolidasi, sekaligus penentuan arah baru bagi masa depan industri radio di Pulau Dewata.

Baca Juga : Sejumlah Wilayah di Bali Padam Listrik 2–4 Jam, PLN Beberkan Alasannya
Radio Harus Beradaptasi dengan Perubahan
Ketua Panitia Musda XVI PRSSNI Bali, Made Anie Supatni Samba, menegaskan bahwa kemampuan radio untuk beradaptasi dengan teknologi digital adalah kunci utama keberlangsungan industri ini.
“Radio tidak boleh berjalan di tempat. Kita harus merangkul platform digital, menggunakan data untuk mendukung produksi konten, dan tetap bersinergi serta berkolaborasi agar anggota PRSSNI Bali tetap eksis dan terdepan,” ujarnya.
Di era ketika masyarakat lebih banyak mengakses informasi melalui internet, sambungnya, radio harus mampu hadir di berbagai kanal, termasuk media sosial dan platform streaming.
Menjaga Budaya, Merawat Identitas
Ketua PRSSNI Bali periode 2020–2024, Komang Agus Satuhedy, menekankan bahwa meski teknologi berkembang pesat, radio di Bali memiliki peran khusus yang tak tergantikan: menjadi penjaga kearifan lokal.
“Radio bukan sekadar hiburan atau penyampai informasi. Lebih dari itu, radio adalah medium budaya, penguat identitas Bali, serta jembatan komunikasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” tegasnya.
Selama kepemimpinannya, PRSSNI Bali telah menjalankan program-program strategis seperti Academy Radio 1, 2, dan 3 yang kini diadopsi secara nasional. Selain itu, organisasi ini juga aktif bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam penyebaran Iklan Layanan Masyarakat serta mendukung program pembangunan daerah.
Tantangan Berat: Pendengar dan Iklan Menurun
Ketua Umum PP PRSSNI, M. Rafiq, dalam sambutannya menyoroti realitas pahit yang kini dialami radio. Meski masih menjadi sumber hiburan dan informasi, terutama di pedesaan, pendengar radio terus menurun, begitu pula dengan pangsa pasar iklan.
“Beberapa anggota PRSSNI bahkan terpaksa mengurangi daya pemancar, mengecilkan kantor, dan mengurangi karyawan untuk bertahan hidup. Semua ini akibat disrupsi digital yang mengubah pola konsumsi media dan cara beriklan,” jelasnya.
Menurut Rafiq, sudah saatnya radio mengubah model bisnis dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital serta menggandeng platform lain untuk memperluas jangkauan.
Harapan Pemerintah Bali
Mewakili Gubernur Bali, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dr. Drh. Luh Ayu Aryani, M.P, menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah kepada PRSSNI.
“Kami berharap PRSSNI Bali dapat terus bersinergi dengan pemerintah, lembaga, dan masyarakat dalam membangun literasi, menyebarkan informasi pembangunan, sekaligus menjaga karakter budaya Bali,” ucapnya.
Ia menegaskan, radio masih memegang peranan penting dalam menyuarakan aspirasi masyarakat serta menyebarkan pesan pembangunan di daerah.
Agenda Musda XVI PRSSNI Bali
Musda XVI PRSSNI Bali digelar sehari penuh dengan tiga sidang pleno.
-
Sidang Pleno I: Membahas laporan pertanggungjawaban PD PRSSNI Bali periode 2020–2024, termasuk kebijakan dan keuangan organisasi.
-
Sidang Pleno II: Pembacaan serta pengesahan program kerja periode 2025–2029.
-
Sidang Pleno III: Pemilihan Ketua PD PRSSNI Bali dan Dewan Pengawas periode 2025–2029.
Acara diikuti oleh 22 anggota PRSSNI Bali, di antaranya Radio AR, Balina Voks, Gema Merdeka, Sunari Indah, Phoenix, Pinguin, Dps Cakti Voks, XD Yudha, Rock In, Kuta Radio, Thomson News, Thomson Swara Warga, Thomson Soni, Global, Barong, Guntur, Sonora Bali, Heartline, Besakih, Nur Dirgantara, Smarapura, dan Radio Plus.
Radio Balli: Menatap Masa Depan dengan Optimis
Meski tantangan berat membayangi, Musda XVI PRSSNI Bali menghadirkan optimisme baru. Dengan semangat sinergi, inovasi, dan kolaborasi, radio di Bali diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi media yang relevan, adaptif, sekaligus tetap berakar pada budaya lokal.
PRSSNI Bali kini dihadapkan pada tugas besar: meramu strategi agar radio bisa menjadi jembatan generasi, menjangkau kaum muda lewat platform digital, namun tetap menjaga kedekatan dengan masyarakat tradisional yang masih setia mendengarkan gelombang radio.
















